
Strategic Meeting FST UNAIR NTU Singapura berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026 di Ruang Sidang Fakultas Sains dan Teknologi. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring global antara Prodi Teknik Lingkungan FST Universitas Airlangga dan Nanyang Technological University. Pertemuan berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB. Wakil dekan bidang III FST Prof. Dr. Fatmawati hadir bersama Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Nur Indradewi Oktavitri Ph.D serta perwakilan dosen Teknik Lingkungan. Selain itu, Dr. Tuti Mariana Lim dari NTU memimpin kunjungan akademik yang membuka ruang diskusi strategis.
Sejak awal sesi, peserta menyampaikan gagasan secara aktif. Tim langsung memetakan peluang kerja sama yang bisa dijalankan dalam waktu dekat. Karena itu, suasana diskusi terasa hangat, fokus, dan produktif.
Pembahasan Program 3+1+1 Pathway

Tim memusatkan pembahasan pada peluang implementasi program 3+1+1 pathway. Skema ini memungkinkan mahasiswa menempuh tiga tahun studi di UNAIR, satu tahun di NTU, lalu melanjutkan satu tahun program magister. Program ini memberi kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik internasional lebih cepat.
Selanjutnya, peserta meninjau kesesuaian kurikulum serta mekanisme transfer kredit. Tim membahas strategi penyelarasan mata kuliah agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan sistem akademik NTU. Selain itu, peserta menyoroti peluang dukungan beasiswa serta kesiapan akademik mahasiswa.
Tim juga mengusulkan pertukaran mahasiswa sebagai langkah awal implementasi. Program ini dapat memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring internasional. Di sisi lain, dosen memperoleh peluang memperluas kolaborasi pengajaran dan publikasi ilmiah. Oleh sebab itu, semua peserta menyepakati bahwa program ini memiliki nilai strategis jangka panjang.
Peluang Kolaborasi Riset dan Penguatan Akademik
Tim melanjutkan diskusi dengan membahas peluang kolaborasi riset antara kedua institusi. Peserta memilih fokus riset pada isu lingkungan perkotaan, teknologi pengolahan limbah, perubahan iklim, serta pengelolaan sumber daya air. Topik tersebut relevan dengan tantangan global saat ini.

Selanjutnya, peserta merancang peluang joint research, seminar internasional, serta program visiting professor. Inisiatif ini dapat meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperkuat reputasi akademik kedua institusi. Selain itu, kolaborasi laboratorium membuka peluang penelitian yang lebih komprehensif karena fasilitas kedua kampus saling melengkapi.
Sebagai tindak lanjut, peserta sepakat menyiapkan nota kesepahaman sebagai dasar kerja sama resmi. Tim juga berkomitmen menjaga komunikasi intensif agar implementasi berjalan cepat. Pertemuan ini menandai langkah awal kolaborasi internasional yang menjanjikan bagi pengembangan pendidikan dan riset di masa depan.