Malam Kebudayaan UNAIR UTM Pererat Diplomasi dan Ekonomi UMKM
Melalui pergelaran Malam Kebudayaan UNAIR UTM, sinergi kebudayaan internasional resmi hadir di Desa Ketapanrame. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kolaborasi nyata antara WUACD, FST UNAIR, dan UTM. Selain itu, program internasional ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, kegiatan ini menyasar SDG 17 tentang kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan. Di samping itu, perhelatan ini menjadi penutup rangkaian program Kembara Rahman 2026. Program bermanfaat ini berlangsung sejak tanggal 11 hingga 18 Oktober 2026. Hasilnya, ratusan warga desa memadati kawasan Taman Ghanjaran hingga larut malam. Masyarakat antusias menyaksikan ragam seni pertunjukan menarik dari dua negara sahabat.
Harmoni Seni dalam Malam Kebudayaan UNAIR UTM
Dalam acara ini, delegasi mahasiswa UTM menampilkan peragaan busana khas Malaysia. Kemudian, mahasiswa FST UNAIR menyajikan tarian tradisional Indonesia yang sangat memukau. Tak hanya itu, kedua pihak bernyanyi bersama membawakan lagu Gemu Fa Mi Re. Sehingga, suasana panggung terbuka menjadi sangat meriah dan penuh keakraban. Di samping itu, penampilan seni ini memberikan hiburan segar bagi seluruh pengunjung. Oleh karena itu, pemerintah desa menyambut positif edukasi budaya lintas negara tersebut. Pasalnya, kegiatan ini memperkenalkan keberagaman budaya tanpa menggerus kearifan lokal. Bahkan, Kepala Desa Ketapanrame memuji kolaborasi civitas akademika dalam membangun desa.

Dampak Malam Kebudayaan UNAIR UTM Bagi UMKM dan SDGs
Di samping itu, panitia menghadirkan pertunjukan kesenian Bantengan lokal secara meriah. Langkah kreatif ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi warga melalui aksi nyata. Hal ini sejalan dengan komitmen SDG 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Sebab, kehadiran ribuan pengunjung memicu lonjakan penjualan puluhan pedagang lokal. Para pedagang di kawasan Taman Ghanjaran berhasil mengantongi keuntungan berlipat ganda. Dengan demikian, diplomasi kebudayaan ini sukses memutar roda perekonomian warga desa. Sementara itu, panitia menggabungkan kegiatan akademik dengan hiburan rakyat secara harmonis. Alhasil, pelaksanaan Malam Kebudayaan UNAIR UTM memberikan manfaat ekonomi yang konkret.

Melalui program ini, FST UNAIR membuktikan komitmen dalam pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi. Selanjutnya, WUACD terus memperluas jaringan internasional demi kesejahteraan desa binaan. Tak kalah penting, UTM juga mempererat hubungan akademik antarbangsa melalui kegiatan ini. Akhirnya, sinergi tiga lembaga ini mewujudkan pengabdian masyarakat yang terukur. Selain itu, kolaborasi ini mempercepat pencapaian target SDGs di tingkat desa. Oleh sebab itu, FST UNAIR akan terus mengembangkan program serupa di masa depan. Secara keseluruhan, kegiatan internasional ini menjadi pijakan penting bagi pembangunan berkelanjutan.