SURABAYA, 1 September 2026 – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menggelar Workshop ICOMCOS 2026 pada Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian The 4th International Conference on Mathematics, Computational Sciences, and Statistics (ICoMCoS) 2026.
Workshop mengusung tema “Data-Driven Dynamic Modeling: Spatial, Temporal, and Approximation Perspectives”. Tema tersebut menyoroti peran pemodelan dinamik berbasis data dalam menjawab berbagai persoalan nyata melalui pendekatan matematika, komputasi, dan statistika.
Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Fokusnya mencakup SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Workshop berlangsung secara hybrid mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Puluhan peserta mengikuti kegiatan secara luring di Surabaya maupun secara daring. Melalui kegiatan ini, FST UNAIR memperluas ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi akademik internasional.

Panitia menghadirkan tiga narasumber dari perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Indonesia. Mereka membahas empat topik utama yang berkaitan dengan pemodelan epidemiologi, statistika spasial, dan optimasi lintasan.
Machine Learning untuk Hepatitis B dan Pemodelan Wabah Campak
Sesi pertama menghadirkan Dr. Chidozie Williams Chukwu dari Georgia Southern University, Amerika Serikat. Ia menyampaikan dua materi secara daring.

Materi pertama bertajuk “From Data to Prediction: Machine Learning Approaches for Hepatitis B”. Dalam sesi ini, Dr. Chukwu menjelaskan pemanfaatan machine learning untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B sejak dini.
Model tersebut juga dapat membantu memprediksi luaran klinis pasien. Selanjutnya, ia memperkenalkan metode Shapley Additive exPlanations (SHAP) untuk meningkatkan interpretasi hasil model.

SHAP merupakan salah satu pendekatan dalam explainable artificial intelligence (XAI). Metode ini membantu mengidentifikasi faktor risiko klinis yang paling memengaruhi kondisi pasien.
Setelah itu, Dr. Chukwu membahas materi kedua dengan judul “Forecasting and Evaluating Vaccination Strategies: A Hybrid Modeling of the 2025 Texas Measles Outbreak”.
Pada sesi ini, ia menjelaskan karakteristik infeksi campak dan dinamika penularannya. Ia juga memperkenalkan formulasi model matematika hibrida untuk menganalisis penyebaran wabah.
Melalui model tersebut, peserta mempelajari hasil simulasi numerik dan peramalan penyebaran wabah. Selain itu, materi membahas evaluasi berbagai skenario strategi vaksinasi di Texas.

Sesi pertama kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada Dr. Chidozie Williams Chukwu. Perwakilan panitia menyerahkan sertifikat tersebut secara simbolis melalui ruang virtual.
Statistika Spasial untuk Epidemiologi dan Ekologi
Sesi kedua menghadirkan Prof. Folashade B. Agusto dari University of Kansas, Amerika Serikat. Prof. Agusto hadir secara langsung di Surabaya dan membawakan materi berjudul “Introduction to Spatial Statistics in Epidemiology and Ecology: From Linear Regression to Spatial Thinking”.

Dalam pemaparannya, Prof. Agusto menjelaskan tantangan analisis data spasial. Salah satu tantangan tersebut berkaitan dengan asumsi regresi klasik mengenai independensi observasi.
Asumsi tersebut sering kali tidak terpenuhi ketika peneliti menganalisis data spasial. Karena itu, pemahaman mengenai hubungan antarwilayah menjadi bagian penting dalam analisis.
Prof. Agusto juga memperkenalkan berbagai jenis data spasial yang umum digunakan dalam penelitian epidemiologi dan ekologi. Selanjutnya, ia membahas konsep autokorelasi spasial.
Konsep tersebut membantu peneliti mengidentifikasi dan mengukur pola keterkaitan antarwilayah. Selain itu, Prof. Agusto menjelaskan penggunaan matriks bobot spasial untuk merepresentasikan hubungan ketetanggaan antarwilayah.
Materi kemudian berlanjut pada pengenalan model regresi spasial dasar. Model tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam analisis ekologi dan penelitian berbasis data spasial.
Setelah sesi tanya jawab selesai, Prof. Fatmawati selaku Wakil Dekan III FST UNAIR menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Prof. Folashade B. Agusto. Pemberian sertifikat menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi keilmuan dalam workshop.

Trajectory Optimization untuk Berbagai Sektor Strategis
Sesi ketiga menjadi sesi penutup materi utama. Sesi ini menghadirkan kolaborasi akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yaitu Prof. Subchan, M.Sc., Ph.D. bersama Alvian Hidayatullah.

Keduanya hadir secara luring dan membawakan topik “Trajectory Optimization: From Continuous Optimal Control to NLP, Dynamic Consistency Estimation, and Adaptive Mesh Refinement”.
Prof. Subchan membuka materi dengan menjelaskan tantangan dalam menyelesaikan masalah Continuous Optimal Control Problem (OCP) secara numerik.
Masalah tersebut membutuhkan pendekatan khusus karena metode Nonlinear Programming (NLP) memproses vektor berdimensi hingga. Sebaliknya, masalah kontrol optimal kontinu melibatkan fungsi yang bersifat kontinu.
Selanjutnya, Prof. Subchan memandu peserta memahami proses transformasi matematis melalui diskretisasi. Proses ini mengubah masalah kontinu menjadi masalah Finite Nonlinear Programming (Finite NLP) yang dapat diselesaikan secara numerik.
Materi tidak hanya membahas konsep teoretis. Sesi ini juga menunjukkan berbagai penerapan trajectory optimization pada sektor strategis.
Contohnya mencakup desain lintasan wahana antariksa atau aerospace trajectory design. Penerapan lainnya meliputi perencanaan gerak robotik dan manajemen penyimpanan energi.
Selain itu, optimasi lintasan dapat mendukung kendali penyebaran epidemi dan optimasi dinamika ekonomi global. Berbagai contoh tersebut menunjukkan luasnya penerapan metode optimasi dalam pemodelan dinamik.
Sesi terakhir kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada Prof. Subchan. Prof. Fatmawati selaku Wakil Dekan III FST UNAIR menyerahkan sertifikat tersebut sebagai bentuk apresiasi.

Diskusi Panel Integrasikan Riset Pemodelan Dinamik
Setelah seluruh materi selesai, workshop dilanjutkan dengan sesi diskusi panel. Para peserta berdiskusi secara aktif bersama para narasumber untuk membahas peluang integrasi riset.
Diskusi tersebut membuka perspektif baru mengenai hubungan antara pemodelan epidemiologi berbasis data, statistika spasial, dan optimasi lintasan. Ketiga pendekatan tersebut dapat saling melengkapi dalam membangun kerangka pemodelan dinamik yang lebih utuh.
Melalui Workshop ICOMCOS 2026, FST UNAIR kembali memperkuat jejaring kolaborasi riset internasional. Kegiatan ini juga mempertemukan berbagai perspektif dari bidang matematika, statistika, dan ilmu komputer.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk mendorong pengembangan riset berbasis data. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan penelitian yang relevan dengan berbagai persoalan dunia nyata.
Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama antara narasumber, panitia, dan seluruh peserta. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan kolaborasi akademik lintas negara dalam Workshop ICOMCOS 2026.