
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST UNAIR) menerima kunjungan pimpinan RS Haji Jawa Timur pada Selasa (26/5/2026) di Ruang Sidang FST UNAIR. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut kerja sama pada bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi kesehatan.
Delegasi RS Haji Jawa Timur terdiri atas Direktur, Wakil Direktur, Ketua Litbang, dan tim pengembangan rumah sakit. Sementara itu, FST UNAIR menghadirkan Wakil Dekan III, para Ketua Departemen, Sekretaris Departemen, serta dosen yang memiliki produk inovasi kesehatan.
FST UNAIR dan RS Haji Jawa Timur menjalankan diskusi secara aktif selama kegiatan berlangsung. Kedua institusi membahas penguatan konsep Working Laboratory untuk mendukung pengembangan riset dan implementasi teknologi kesehatan. Selain itu, mereka juga menyusun rencana kolaborasi yang lebih luas guna menjawab kebutuhan dunia kesehatan modern.
Kerja sama tersebut sebelumnya berjalan melalui program magang mahasiswa dan penelitian bersama. Karena itu, kedua pihak ingin memperluas kolaborasi agar manfaatnya semakin besar bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kesehatan.
Working Laboratory Dukung Mahasiswa Teknik Biomedis

FST UNAIR menilai program Working Laboratory sangat penting bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. Oleh sebab itu, kerja sama tersebut akan mendukung kegiatan magang, praktik lapangan, dan penelitian mahasiswa, terutama dari Program Studi S1 Teknik Biomedis.
Mahasiswa membutuhkan pengalaman langsung di lingkungan rumah sakit modern. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa dapat memahami kebutuhan layanan kesehatan berbasis teknologi. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
FST UNAIR turut memperkenalkan sejumlah produk inovasi kesehatan dalam pertemuan tersebut. Produk-produk itu menarik perhatian pihak RS Haji Jawa Timur karena memiliki peluang implementasi pada layanan kesehatan.
FST UNAIR Siapkan Inovasi untuk Launching Working Laboratory
RS Haji Jawa Timur berencana meluncurkan program Working Laboratory sekitar 15 Juli 2026. Agenda tersebut rencananya menghadirkan Gubernur Jawa Timur serta melibatkan Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Program tersebut menghubungkan dunia pendidikan, penelitian, dan layanan kesehatan dalam satu ekosistem kolaboratif. Karena itu, FST UNAIR mendukung penuh pengembangan program tersebut melalui inovasi berbasis riset.
Pada agenda tersebut, FST UNAIR akan menampilkan beberapa produk inovasi kesehatan unggulan. Salah satunya ialah Dentolaser hasil penelitian Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti. Winarno, S.Si., M.T. akan mempresentasikan inovasi tersebut dalam agenda Working Laboratory. Selain itu, Dr. Riries Rulaningtyas juga akan memperkenalkan hasil penelitiannya.
Melalui kolaborasi ini, FST UNAIR dan RS Haji Jawa Timur berharap dapat mempercepat pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia. Selain itu, kerja sama tersebut juga dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional.