
NEWTON 2.0 FST UNAIR membuka kolaborasi internasional bersama Mahidol University, Thailand. Program ini memperkuat komitmen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, program ini menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman lapangan. Oleh karena itu, peserta memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai pembangunan berkelanjutan.
Opening Ceremony berlangsung di Ruang Sidang Fakultas FST UNAIR pada Senin (20/7). Prof. Dr. Fatmawati, M.Si., memimpin pembukaan kegiatan. Danar Arifka Rahman, S.T., M.T., mengoordinasikan pelaksanaan program sebagai Person in Charge. Barry Nuqoba, Ph.D., mendampingi seluruh rangkaian kegiatan akademik. Sementara itu, Duta FST UNAIR membantu koordinasi peserta selama program berlangsung. Kehadiran mereka memperlancar setiap agenda dan memperkuat semangat kolaborasi.
Prof. Dr. Fatmawati menyampaikan sambutan kepada 27 mahasiswa serta empat staf akademik dan dosen dari Mahidol University. Beliau menegaskan bahwa FST UNAIR merancang program ini untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan global. Selain itu, beliau mengajak seluruh peserta membangun solusi yang bermanfaat melalui kolaborasi lintas negara.

NEWTON 2.0 FST UNAIR Dorong Pembelajaran Berbasis SDGs
Program ini berfokus pada SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau. Selanjutnya, peserta mempelajari SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Setelah itu, mereka mendalami SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Dengan demikian, setiap peserta memahami hubungan antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Selama sepekan, dosen FST UNAIR memberikan kuliah akademik kepada seluruh peserta. Kemudian, peserta mengunjungi Instalasi Pengolahan Air Minum PDAM Karangpilang. Kunjungan tersebut memperlihatkan proses pengelolaan air bersih secara langsung. Setelah itu, peserta mempelajari konservasi lingkungan di Ekowisata Mangrove Wonorejo. Berikutnya, mereka mengeksplorasi Kampung Batik Okra untuk memahami pemberdayaan masyarakat melalui budaya lokal.

Selanjutnya, setiap kelompok menyusun proyek kolaboratif. Mereka merancang solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan. Selain itu, peserta berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa dari negara berbeda. Karena itu, mereka memperoleh sudut pandang baru dalam menyelesaikan masalah. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti City Tour Surabaya. Agenda tersebut memperkenalkan budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antar peserta.
NEWTON 2.0 FST UNAIR menunjukkan komitmen FST UNAIR dalam memperluas kerja sama internasional. Program ini juga memperkuat hubungan antara Universitas Airlangga dan Mahidol University. Selain itu, kolaborasi tersebut membuka peluang penelitian, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan jejaring akademik. Oleh sebab itu, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif. Pada akhirnya, program ini mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, kritis, serta siap berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan global.