Universitas
Airlangga

Fakultas
Sains dan Teknologi

Universitas
Airlangga

Fakultas
Sains dan Teknologi

FST NEWS

Departemen Matematika FST UNAIR Bahas Pemodelan DBD dan Pengendalian Hama dalam Program Airlangga Post-Doctoral

Kuliah Tamu Matematika FST UNAIR kembali menjadi wadah berbagi ilmu dan hasil riset terkini di bidang matematika terapan. Melalui kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Fakultas (RSF) lantai 2, Departemen Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan dua peneliti dalam program Airlangga Post-Doctoral (APD) Domestik. Dosen serta mahasiswa program sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3) MIPA FST UNAIR mengikuti kegiatan ini secara langsung

Dosen Program Studi Matematika serta mahasiswa program sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3) MIPA FST UNAIR mengikuti kegiatan ini secara langsung. Kehadiran peserta dari berbagai jenjang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap perkembangan riset matematika terapan.

Selain itu, Wakil Dekan III Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FST UNAIR, Prof. Dr. Fatmawati, M.Si., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sebagai guru besar dan dosen senior Departemen Matematika, beliau juga memberikan pandangan ilmiah terkait pentingnya penguatan riset multidisiplin.

Dengan demikian, kehadiran pimpinan fakultas menegaskan komitmen FST UNAIR dalam mendorong penelitian terapan yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat.

Matematika untuk Prediksi Wabah dan Ketahanan Pangan

Pada sesi pertama, Dr. Muhammad Abdurrahman Rois, M.Mat. dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mempresentasikan penelitiannya tentang pemodelan Demam Berdarah Dengue (DBD). Penelitian tersebut mengintegrasikan pengaruh suhu lingkungan ke dalam model matematika.

Beliau menjelaskan berbagai keterbatasan model konvensional. Selanjutnya, ia mengembangkan pendekatan baru dengan memasukkan Fungsi Brière ke dalam sistem persamaan diferensial nonlinier. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memetakan pengaruh suhu terhadap laju gigitan dan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.

Oleh karena itu, penelitian tersebut berpotensi mendukung pengembangan Mathematical Early Warning System. Sistem ini dapat membantu dinas kesehatan memprediksi risiko wabah DBD secara lebih akurat.

Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Hasan Panigoro dari Universitas Negeri Gorontalo memaparkan penelitian di bidang pertanian. Ia membawakan materi berjudul Pemodelan Matematika dalam Penanggulangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Tanaman Jagung.

Dalam pemaparannya, Dr. Hasan menjelaskan bagaimana model matematika dapat membantu mengendalikan serangan hama melalui strategi kontrol optimal. Selain itu, model tersebut memanfaatkan data dan simulasi untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih efektif bagi petani.

Dengan pendekatan tersebut, matematika tidak hanya berkembang sebagai ilmu teoritis. Sebaliknya, matematika juga mampu menghasilkan solusi berbasis data yang mendukung ketahanan pangan nasional.

Diskusi Interaktif dan Dukungan terhadap SDGs

Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab secara aktif. Para pemateri mengajak mahasiswa melihat matematika sebagai alat pemecahan masalah yang relevan dengan berbagai tantangan nyata.

Tidak hanya itu, kedua narasumber juga menunjukkan bagaimana strategi kontrol optimal dan simulasi numerik dapat mendukung pengambilan keputusan. Melalui pendekatan tersebut, matematika berkontribusi pada sektor kesehatan dan pertanian secara langsung.

Pada akhirnya, kuliah tamu ini menegaskan peran matematika dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Matematika membantu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mendukung pendidikan tinggi yang adaptif dan berkualitas.