Universitas
Airlangga

Fakultas
Sains dan Teknologi

Universitas
Airlangga

Fakultas
Sains dan Teknologi

FST NEWS

Edukasi Anti Perundungan FST UNAIR – UTM Bekali Siswa MI Dwi Dasa Warsa

Edukasi Anti Perundungan UNAIR UTM Bekali Siswa MI Dwi Dasa Warsa

Melalui program Edukasi Anti Perundungan UNAIR UTM, kolaborasi internasional kembali hadir di MI Dwi Dasa Warsa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan sinergi antara WUACD, FST UNAIR, serta UTM. Selain itu, program ini menjadi bagian dari rangkaian Kembara Rahman tahun 2026. Sinergi ini secara khusus membekali siswa kelas enam sekolah dasar. Tujuannya adalah membangun karakter peduli sesama sejak usia dini. Di samping itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, program ini mengusung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas bagi anak. Tak hanya itu, acara ini menyasar SDG 16 terkait pembentukan lingkungan aman.

Pembentukan Karakter Lewat Edukasi Anti Perundungan UNAIR UTM

Dalam sesi awal, para relawan menyampaikan materi lewat permainan simulasi peran. Metode interaktif ini menceritakan dinamika pertemanan siswa sehari-hari. Sehingga, para murid dapat mempraktikkan cara merespons tindakan perundungan secara tegas. Mereka diajak menggunakan kalimat asertif tanpa rasa takut. Oleh karena itu, para siswa belajar melaporkan kekerasan verbal kepada guru. Ketua pelaksana Adam menegaskan pentingnya menumbuhkan empati sosial antarteman. Dengan demikian, edukasi karakter ini berhasil menumbuhkan keberanian moral peserta didik. Pasalnya, pendekatan menyenangkan membuat materi lebih mudah difahami oleh seluruh siswa.

Dampak Edukasi Anti Perundungan UNAIR UTM dan Kepedulian Lingkungan

Tak kalah penting, delegasi UTM memandu sesi pelatihan pemilahan sampah plastik. Langkah edukatif ini mengenalkan prinsip lima R secara sangat praktis. Para murid berkreasi mengolah botol bekas menjadi karya seni bermanfaat. Akibatnya, kegiatan ini sukses mengasah kepedulian ekologis siswa sejak dini. Hal ini sejalan dengan komitmen SDG 17 mengenai kemitraan global. Kepala MI Dwi Dasa Warsa Habib menyambut antusias program lintas negara ini. Sebab, program Edukasi Anti Perundungan UNAIR UTM ini sukses membuka wawasan murid.

Melalui kegiatan ini, FST UNAIR menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat. Selanjutnya, WUACD terus memperluas jejaring internasional demi kesejahteraan sekolah mitra. Tak hanya itu, UTM juga mempererat hubungan akademis lintas bangsa. Akhirnya, kolaborasi tiga lembaga ini menciptakan program karakter yang berkelanjutan. Dengan begitu, anak-anak terlindungi dari bahaya kekerasan di sekolah. Oleh sebab itu, FST UNAIR akan terus mengembangkan kegiatan serupa. Secara keseluruhan, sinergi ini memberikan dampak positif bagi masa depan siswa.