Universitas
Airlangga

Fakultas
Sains dan Teknologi

Universitas
Airlangga

Fakultas
Sains dan Teknologi

FST NEWS

Pahami Pemasangan dan Pelepasan APD untuk Tekan Kasus Covid-19 pada Tenakes

Webinar GELIAT UNAIR bekerja sama dengan UNICEF dan S3 Kesehatan Masyarakat UNAIR pada Rabu (5/8/20) via zoom meeting. (Foto : Ulfah Mu’amarotul Hikmah)

UNAIR NEWS – Tingkat kematian tenaga kesehatan (tenakes) akibat infeksi virus corona di Indonesia sudah mencapai angka tertinggi di antara negara Asia Tenggara, bahkan dunia. Di Jawa Timur saja, lebih dari 200 tenakes khususnya perawat dan dokter terinfeksi Covid-19.

Salah satu faktor tingginya angka kasus Covid-19 pada tenakes yakni penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tidak tepat atau bahkan tidak sesuai standar. Menanggapi hal tersebut, Gerakan Peduli Anak dan Ibu Sehat (GELIAT) Universitas Airlangga (UNAIR), bekerja sama dengan UNICEF dan S3 Kesehatan Masyarakat UNAIR menggelar kembali program Safety Culture Webinar pada Rabu (5/8/20).

Topik yang dipilih dalam webinar edisi kedua ini adalah Tatalaksana Pencegahan dan Penularan Covid-19 serta Tutorial Pemasangan dan Pelepasan APD. Mendapatkan antusias yang sangat luar biasa dari masyarakat, webinar tersebut diikuti oleh lebih dari 1000 peserta via zoom dan live streaming youtube.

“Berdasarkan hasil wawancara dari berbagai tenakes dan manajemen, ditengarai kemampuan memasang dan melepas APD mereka itu belum bagus, terutama kepatuhan untuk mematuhi protkol memasang dan melepas APD, serta pengelolaan saat pemakaian,” ungkap Dr. Nyoman Anita Damayanti, drg., selaku PIC GELIAT UNAIR.

Webinar ini terbuka untuk semua tenakes dan masyarakat umum. Terdapat empat pembicara luar biasa yang mumpuni dalam setiap bidangnya. Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh. (Profesor Virologi & Imunologi, Stem Cell, dan Biologi Molekuler FKH UNAIR), Tri Pudy Asmarawati dr., SpPD (Ketua Komite PPI RSUA), Purwaningsih, S.Kp., M.Kes (Manajer Keperawatan RSUA dan Mahasiswa S3 Kesmas FKM UNAIR), dan Wikan Purwihantoro Sudarmaji, Skep. NS., MKep (Penanggung Jawab Ruang ICU 5B1 Covid-19 RSUA).

Tidak hanya menjelaskan materi, dalam webinar tersebut salah satu pembicara yakni Wikan Purwihantoro Sudarmaji, Skep. NS., MKep juga mempraktikan bagaimana cara memasang serta melepas APD untuk menangani pasien Covid-19. Berdasarkan standar dan pedoman pemakaian APD untuk penanganan Covid-19 tingkat 3, Wikan menjelaskan dengan jelas dan runtut, adapun berikut caranya.

Pemasangan

“Dari standarnya, saat melakukan prosedur pemakaian APD perlu ada 2 orang, yakni pemakai dan observer. Lalu, kunci dalam pemakaian APD harus rapat dan tidak bocor. Tidak urut tidak apa-apa yang penting rapat,” terang Wikan saat mengawali peragaan.

Wikan menjelaskan, bahwa observer bertugas untuk mengawasi, membantu, sekaligus membawa checklist kelengkapan pada APD yang digunakan. Namun, jika tidak terdapat observer dikarenakan keterbatasan SDM, dapat memakai cermin. Tetepi, cermin diusahakan memiliki tinggi sesuai postur badan, kemudian menempatkan checklist pada dinding.

  1. Sebelum memakai perlengkapan, pastikan telah memakai baju kerja. Serta, pastikan semua alatnya sudah lengkap (2 sarung tangan (nonsteril (dalam) dan steril (luar); gown dan cover shoes, masker N95, face shield, google, headcap, desinfektan, cuci tangan (hand sanitizer), tempat sampah non medis dan medis)
  2. Memakai sarung tangan dalam, pastikan ukurannya nyaman, tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar.
  3. Memakai coverall, pastikan tidak ada yang sobek atau rusak jahitan. Kemudian dilanjutkan dengan pemakaian cover shoes dan menalinya dengan rapat.
  4. Selanjutnya, memakai masker N95, kemudian mengecek masker dan pastikan tidak ada udara yang bisa keluar masuk. Jika dirasa kurang rapat, bagian belakang masker bisa di tali.
  5. Setelah itu, bisa memakai masker bedah lagi (optional).
  6. Kemudian, memakai headcap hingga telinga dan memakai penutup kepala yang ada di coverall.
  7. Cek ulang dan pastikan resleting tertutup, serta tidak ada area yang terbuka menggunakan selotip plastik.
  8. Lalu, mengunci cover shoes dengan selotip.
  9. Kemudian memakai google (kacamata), dilanjutkan dengan memakai face shield.
  10. Kemudian memakai sarung tangan luar. Sarung tangan luar harus melewati pergelangan tanga, lalu diselotip.
  11. Petugas sudah siap melakukan pelayanan kepada pasien. Perlu ditekankan, jika saat pemakaian petugas tidak boleh menyentuk area muka dan selalu menjaga kebersihan.

Pelepasan

“Kita harus membiasakan cuci tangan pada setiap ganti langkah atau prosedur dalam pelepasan APD,” tegas Wikan.

  1. Sebelum melepas APD, diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan handsanitizer.
  2. Kemudian, melepas semua isolasi yang menempel pada badan. Lalu, langsung dibuang pada tempat sampah medis dan pastikan tidak ada yang robek dari isolasi tersebut.
  3. Kemudian melepas sarung tangan bagian luar. Ketika melepas, harus hati-hati dan jangan sampai mengkontaminasi sarung tangan bagian dalam.
  4. Selanjutnya, melepas face shield. Cara melepas yakni dilonggarkan dulu dari bagian samping. Kemudian membersihkan face shield menggunakan tisu/ kasa yg sudah dibasahi dengan desinfektan, dengan arah zig zag atau memutar dari dalam keluar.  (sebanak 2 kali)
  5. Lalu, melepaskan google. Diambil dari samping dan dibersihkan menggunakan tisu sama dengan cara membersihkan face shield.
  6. Kemudian melepas penutup kepala. Pastikan ada cermin untuk mempermudah.
  7. Selanjutnya melepas cover shoes dengan cara menggulung dari dalam ke luar. Gulung dengan hati-hati dan jangan terlalu cepat untuk menghindari kontaminasi dengan bagian yang lain.
  8. Setelah itu, membuka penutup kepala. Jangan lupa digulung juga. Pastikan tergulung keluar dan jangan sampai bagian luar menyentuh bagian dalam. Serta, usahakan coverall ini tidak menyentuh lantai dengan kondisi tergulung. Lalu, buang pada sampah medis.
  9. Membuang sarung tangan bagian dalam. Kemudian memakai kembali sarung tangan yang baru.
  10. Lalu, melepas penutup kepala.
  11. Masker tidak dilepas karena masih di dalam ruangan APD kotor jadi ditakutkan terkontaminasi. Banyak tenakes yang menggunakan double masker, kemudian masker bagian luar dibuang.
  12. Setelah selesai, lepas sarung tangan dan kemudian cuci tangan kembali.
  13. Kemudian, tenakes bisa keluar dari ruangan kotor ke kamar mandi yang telah disediakan di samping ruangan kotot.
  14. Di dalam kamar mandi, masker N95 dapat dilepas dan dibuang dalam sampah medis yang telah disediakan. Di sini, tenakes bisa membersihkan diri seperti mandi.
  15. Terakhir, jangan lupa untuk mendesinfeksi sepatu yang digunakan.

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikmah

Editor : Binti Q Masruroh

Sumber: UNAIR News