Universitas
Airlangga

Fakultas
Sains dan Teknologi

Universitas
Airlangga

Fakultas
Sains dan Teknologi

FST NEWS

Wakil Dekan III FST Kupas Tuntas Kuliah Saintek di UNAIR

Dr. Nanik Siti Aminah, M.Si. (kiri), Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR saat menjadi narasumber pada Open Talk bertajuk “Kuliah Saintek” (5/8/2020).

Wakil Dekan III FST UNAIR Paparkan Serba Serbi Kuliah Saintek di UNAIR

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, kembali menyelenggarakan Open Talk. Open Talk kali ini bertajuk “Kuliah Saintek” yang diselenggarakan pada Rabu (5/8/2020). Open Talk tersebut diadakan secara daring yang terbuka untuk umum dan dapat dilihat melalui live Instagram dan YouTube Universitas Airlangga. 

Dr. Nanik Siti Aminah, M.Si. sebagai Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR menjadi narasumber utama pada talkshow tersebut. Menurutnya, saat ini FST memiliki empat program studi (prodi) MIPA yaitu Matematika, Kimia, Biologi dan Fisika. Sedangkan untuk prodi di teknologi ada prodi yaitu Sistem Informasi, Statistika, Teknobiomedik, Teknik Lingkungan.

“Untuk prodi MIPA, keempatnya sudah terakreditasi A dan akreditasi internasional ASIIN. Sedangkan prodi di teknologi sudah terakreditasi A semua,” jelasnya.

Selain itu, ada Sekolah Teknik baru di UNAIR yang membuka 5 prodi. Ialah Teknik Industri, Teknik Elektro, Rekayasa Nanoteknologi, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, serta Teknik Sains Data. Tahun ini merupakan tahun pertama kali pembukaan kelima prodi tersebut.

Dr. Nanik menuturkan bahwa fasilitas laboratorium yang ada di UNAIR cukup memadai. Laboratorium tersebut disiapkan untuk digunakan oleh mahasiswa yang melakukan praktikum dan penelitian.  Mahasiswa FST juga bisa menggunakan laboratorium yang ada di luar negeri di tempat-tempat partner yang sudah menandatangani MoU. Misalnya di University of Malaya, UTM, USM, UiTM Negeri Sembilan, Korea University, serta beberapa universitas di Taiwan, Jepang dan Afrika.

“FST juga memiliki laboratorium resource sharing yang bisa dipakai semua program studi,” tambahnya.

Kemudian terkait dengan peluang kerja mahasiswa FST, Dr, Nanik menyebutkan bahwa dari 450 alumni yang mengadakan temu alumni kemarin, ada 19 ragam profesi yang mereka geluti. Mulai dari guru, dosen, peneliti, Humas BPJS Pusat, pegawai Sistem Informasi di Singapura, pengusaha, direktur SDM Philip Indonesia, dan lain-lain.

“Kuliah di Saintek tidak melulu menjadi guru, namun peluang kerjanya bervariasi dan tidak terduga. Banyak perusahaan yang mencari bibit-bibit dari Saintek,” jelasnya.

Pada akhir, Dr. Nanik menuturkan bahwa masih ada peluang bagi siswa IPS yang ingin melanjutkan kuliah di jurusan Saintek. Secara aturan masih bisa, tetapi biasanya agak susah untuk menyesuaikan di awal karena mereka harus mengikuti mata kuliah materi dasar MIPA. 

“Apapun pilihan program studinya, baik itu soshum atau saintek, yang terpenting adalah fokus dan tanggung jawab. Fakultas Sains dan Teknologi sangat siap menyambut calon ksatria Airlangga,” tutupnya. (*)

Penulis:  Sandi Prabowo
Editor: Khefti Al Mawalia  

Sumber: UNAIR News