
Gambar 1. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga dan Universiti Sains Islam Malaysia dalam kegiatan Courtesy Visit and International Academic–Cultural Engagement (CIACE)
Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) dalam komitmennya memperluas jejaring global menerima kunjungan studi banding dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dalam agenda Simposium iNaQ USIM. Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara UNAIR dan USIM yang bisa diwujudkan untuk kedepannya, baik dalam penelitian, kunjungan, pertukaran mahasiswa hingga pertukaran staf. Pertemuan ini diwakili oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FST UNAIR yang dengan bangga menyambut perwakilan dari Sekretariat Pelajar Fakulti Sains & Teknologi (SekreFAST) USIM, dalam rangkaian besar bertajuk Courtesy Visit and International Academic–Cultural Engagement (CIACE) pada 14 – 15 Agustus 2025. Kegiatan Simposium iNaQ USIM ini dilaksanakan pada hari kedua, Jumat (15/07/2025). Pertemuan ini menjadi ajang strategis bagi kedua institusi untuk saling bertukar gagasan dan visi dalam mengelola pendidikan sains dan teknologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai luhur.

Gambar 2. Penjelasan iNaQ oleh Haikal Nazhan Hamdan
Dalam kunjungannya, delegasi USIM, yang diwakili oleh Yang Dipertua Majlis Perwakilan Pelajar, Haikal Nazhan Hamdan, memperkenalkan filosofi inti mereka, yaitu “Integrasi Ilmu Naqli dan Ilmu Aqli” (iNaQ). Mereka menjelaskan bahwa Ilmu Naqli adalah ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, seperti Akidah, Fiqih, dan Akhlak. Sementara itu, Ilmu Aqli merupakan ilmu yang bersumber dari olahan akal, seperti Filsafat, Sains, dan Bahasa. Integrasi kedua ilmu ini menjadi landasan utama untuk membentuk insan yang bertakwa dan berbudaya, serta menjadi kerangka ilmu untuk mengembalikan kegemilangan peradaban Islam.
Guna mewujudkan filosofi mereka, pihak USIM juga menyoroti program andalannya yang membawa mereka untuk menjangkau tempat berkembangnya ilmu pengetahuan mancanegara, yang disebut Global Islamic Students Outreach (GISO). Dalam program ini terdapat komponen strategis salah satunya mengenai pertukaran dan transfer ilmu sehingga terciptalah agenda simposium ini.

Gambar 3. Penjelasan Program Kolaborasi oleh Dosen Selaku Humas FST UNAIR
Dengan adanya semangat kolaborasi tersebut, pihak UNAIR memaparkan berbagai peluang kerja sama yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, hingga staf yang berasal dari universitas luar Indonesia. UNAIR lebih menekankan pada penawaran program mobilitas pelajar, dan beasiswa internasional, yang dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi dari berbagai negara ini, termasuk Malaysia.
Beberapa program yang paling menonjol antara lain:
- AMERTA (Academic Mobility Exchange for Undergraduate and Master at Airlangga), sebuah program pertukaran semester di kampus yang menawarkan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk belajar di UNAIR selama satu hingga dua semester.
- LINGUA (Learning Indonesian Language at Universitas Airlangga), yang dirancang untuk pelajar internasional yang ingin memperluas pengetahuan tentang bahasa dan budaya Indonesia secara daring.
- UNAIR juga membuka kesempatan untuk program magang internasional (International Internship Programs) sebagai bagian dari kolaborasi potensial dengan mitra internasional.
Melalui agenda ini, kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi akademik dan budaya merupakan langkah strategis untuk menciptakan dampak positif dan mewujudkan cita-cita bersama. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran informasi, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi kemitraan yang berkelanjutan untuk kemajuan FST, UNAIR, USIM, dan dunia secara luas.