Surabaya – Sebagai langkah konkret dalam agenda internasionalisasi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST UNAIR) sukses menggelar forum kemitraan strategis bersama delegasi dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Dalam acara bertajuk “Courtesy Visit and International Academic–Cultural Engagement” (CIACE) yang berlangsung selama dua hari, 14-15 Agustus 2025, kedua institusi merumuskan peta jalan kolaborasi masa depan yang memadukan keunggulan akademik dengan pemahaman lintas budaya yang mendalam.
Pertemuan ini tidak hanya melibatkan pimpinan fakultas, tetapi juga partisipasi aktif dari perwakilan mahasiswa. Dari pihak tuan rumah, kegiatan ini diwakili oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FST UNAIR dan para Duta FST UNAIR. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen fakultas untuk melibatkan mahasiswa secara langsung dalam diplomasi pendidikan internasional.

Gambar 1. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga dan Universiti Sains Islam Malaysia dalam kegiatan Courtesy Visit and International Academic–Cultural Engagement (CIACE)
Acara yang dipusatkan di Aula Mohammad Hatta, Kampus B UNAIR ini dibuka secara resmi pada hari pertama. Dalam sambutannya, Wakil Dekan I FST UNAIR, Dr. Eridani, M. Si., menekankan bahwa sinergi antar-perguruan tinggi di tingkat regional merupakan respons strategis terhadap dinamika pendidikan tinggi global. “Di era disrupsi ini, perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan sendiri. Sinergi seperti ini adalah kunci untuk menciptakan inovasi berdampak dan meningkatkan daya saing lulusan kita di kancah internasional. Kami melihat USIM sebagai mitra yang memiliki visi sejalan,” tegas Dr. Eridani.
Fokus hari pertama adalah sesi Focus Group Discussion (FGD) yang membahas secara terperinci potensi kerja sama di berbagai bidang, mulai dari bioteknologi, sains data, hingga material maju. Atmosfer diskusi menjadi semakin produktif saat delegasi USIM membagikan keunggulan riset mereka melalui sesi “Kampanye Cybersecurity”. Presentasi ini memberikan wawasan baru bagi para akademisi FST UNAIR dan secara langsung membuka diskusi untuk potensi riset bersama di bidang keamanan siber.

Gambar 2. Sesi Focus Group Discussion
Puncak agenda pada hari kedua diwujudkan melalui sesi simposium yang berformat saling berbagi profil institusi. Sesi ini menjadi ajang bagi kedua pihak untuk ‘membedah’ keunggulan masing-masing. FST UNAIR, melalui pemaparan dari Inten Firdhausi Wardhani, S. T., M. Sc., secara komprehensif mempromosikan visi, program-program studi unggulan, fasilitas, serta prestasi yang dimiliki fakultas. Gayung bersambut, tim dari USIM yang diwakili oleh Prof. Madya Dr. Sakinah Ali Pitchay dan Haikal Nazhan bin Hamdan, juga menyajikan profil institusi mereka secara mendalam. Uniknya, delegasi USIM turut menyertakan pengenalan mengenai Majlis Perwakilan Pelajar (MPP), yaitu badan perwakilan mahasiswa mereka. Hal ini membuka wawasan baru tentang potensi kerja sama yang tidak hanya terbatas pada riset, tetapi juga pada pengembangan kepemimpinan dan kegiatan kemahasiswaan.

Gambar 3. Penyerahan Cinderamata Setelah Sesi Simposium
Namun, kemitraan tidak hanya dibangun di ruang diskusi formal. CIACE secara khusus merancang sesi pertukaran budaya untuk mempererat ikatan personal antar delegasi. Sesi “Fashion Show” di mana kedua pihak memperagakan busana khas yang merepresentasikan warisan budayanya masing-masing, berhasil menjadi sorotan. Dilanjutkan dengan sesi “Tukar Jajan”, sebuah diplomasi kuliner sederhana namun efektif, suasana menjadi lebih cair dan hangat, membangun jembatan komunikasi yang lebih informal dan tulus.

Gambar 4. Keberagaman Pakaian Adat dari Indonesia dan Malaysia
Pada upacara penutupan, perwakilan dari kedua institusi berbagi pesan dan kesan positif. Delegasi USIM menyampaikan apresiasinya atas keramahan dan kesiapan FST UNAIR, sementara pihak UNAIR menegaskan kembali komitmennya untuk menindaklanjuti hasil pertemuan. Momen ini dikukuhkan dengan prosesi penyerahan plakat sebagai simbol terjalinnya kemitraan yang solid. Kedua pihak berkomitmen untuk menjaga momentum positif dari pertemuan ini melalui diskusi lanjutan yang lebih teknis untuk merealisasikan berbagai program kerja sama yang telah dirancang.