Universitas
Airlangga

Fakultas
Sains dan Teknologi

Universitas
Airlangga

Fakultas
Sains dan Teknologi

FST NEWS

Tahap Perbaikan Pelaporan BKD UNAIR 2025/2026: Dosen Perlu Mencermati Jadwal 4–7 Maret

SURABAYA 4 Maret 2026 – Universitas Airlangga kembali mengingatkan seluruh dosen untuk mencermati Tahap Perbaikan Pelaporan BKD Semester Ganjil 2025/2026. Setiap tahapan memiliki fungsi penting. Namun, fase Perbaikan pada 4–7 Maret 2026 menjadi momen paling menentukan. Oleh karena itu, dosen perlu mengatur waktu dan segera menindaklanjuti hasil evaluasi.

Pelaporan BKD mencakup kinerja dosen selama periode 1 Juli hingga 31 Desember 2025. Dosen menginput seluruh aktivitas tridharma melalui sistem SISTER. Setelah dosen menyelesaikan pengisian LKD dan asesor menuntaskan Penilaian Tahap I, proses memasuki fase krusial. Pada titik ini, dosen harus bergerak cepat dan teliti.

Fase Perbaikan 4–7 Maret Menentukan Hasil Akhir

Pada 4–7 Maret 2026, dosen meninjau kembali LKD yang asesor nilai. Dosen membaca setiap catatan dengan saksama. Selanjutnya, dosen memperbaiki bagian yang belum sesuai. Dengan langkah ini, dosen dapat memastikan laporan mencerminkan kinerja secara utuh.

Fase ini bukan sekadar prosedur administratif. Fase ini menentukan kualitas hasil akhir BKD. Jika dosen mengabaikan catatan asesor, nilai akhir dapat terdampak. Karena itu, dosen perlu merespons setiap rekomendasi secara aktif.

Selain memperbaiki substansi, dosen harus melengkapi dokumen pendukung. Dosen memastikan setiap bukti relevan dan sesuai periode pelaporan. Dosen juga perlu berkomunikasi langsung dengan asesor bila menemukan kendala. Dengan komunikasi terbuka, proses revisi berjalan lebih efektif.

Setelah fase Perbaikan berakhir, asesor melanjutkan ke Penilaian Tahap II pada 8–11 Maret 2026. Pada tahap ini, asesor mengevaluasi ulang LKD yang telah dosen revisi. Kemudian, asesor menetapkan hasil akhir penilaian. Tahap ini menutup seluruh rangkaian pelaporan BKD semester ganjil.

Universitas Airlangga menekankan pentingnya disiplin dan ketelitian dalam setiap tahap. Namun, Tahap Perbaikan 4–7 Maret memegang peran paling strategis. Oleh sebab itu, dosen perlu memberi perhatian khusus pada periode ini.

Melalui kesiapan, ketelitian, dan respons cepat, dosen dapat menjaga kualitas pelaporan BKD secara berkelanjutan. Selain mendukung evaluasi kinerja individu, langkah ini juga memperkuat tata kelola akademik universitas secara menyeluruh.