{:id}Pendidikan Merupakan Rupiah Kehidupan Sesungguhnya{:}{:en}Education is the True Currency of Life{:}

Date

{:id}

UNAIR NEWS –  Memaknai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh tepat pada 2 Mei. Alangkah baiknya sebagai bangsa Indonesia, kita sama-sama menyelami kembali secara harfiah arti pendidikan. Arti pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, serta melakukan upaya pendidikan.

Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok merupakan salah satu mahasiswa yang menyadari betapa pentingnya makna sebuah pendidikan. Sebagai seorang mahasiswa, Moh. Wahyu percaya pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengembangkan potensi diri.

Mahasiswa S1 Fisika angkatan 2016 UNAIR tersebut dikenal berkat prestasi menulisnya yang begitu membanggakan. Sejumlah prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional telah berhasil ia taklukan.

“Menulis bagi saya adalah bekerja untuk keabadian,” kata Moh. Wahyu

Beberapa prestasi menggembirakan tersebut, meliputi Kategori Paling Inspiratif tingkat Nasional dalam Sayembara Kepenulisan “Spirit Ekoliterasi Pelajar Muslim” tahun 2016, menjadi Finalis Semarak Essay Nasional 2017, Juara 1 Lomba Esai Kamakarya tingkat Nasional tahun 2018, Finalis Lomba Cipta Puisi Asean 2 tahun 2018, Juara 1 Olimpiade Karya Tulis Ilmiah dan Simposium Internasional 2018, meraih Silver Award International Invention and Innovative Competition 2018, dan puluhan prestasi menulis lainnya.

Lelaki yang kerap disapa Wahyu itu juga telah menerbitkan 7 buku dan 50 buku antologi. Rupanya buah karya Wahyu banyak diminati beberapa publisher. Selain itu, Wahyu mengaku aktif di berbagai organisasi lingkup fakultas, universitas, dan luar kampus. Ia mengatakan tidak ingin membuang kesempatan untuk berkarya. Selagi kegiatan tersebut bermanfaat maka Wahyu tak segan untuk mengikutinya.

Namun siapa sangka, dibalik prestasinya itu Wahyu adalah mahasiswa peraih bidikmisi nasional tahun 2016. Wahyu lahir dari keluarga yang memiliki keterbatasan finansial. Hal tersebut menjadi kendala Wahyu dalam mencukupi kebutuhan hidup. Jatah bidikmisi yang mepet dan sering kali tidak tepat waktu mengharuskan Wahyu untuk mencari kerja sampingan.

Wahyu tak putus semangat, ia memanfaatkan bakat menulisnya untuk bekerja. Wahyu mengirim berbagai naskah artikel di media ternama, termasuk salah satunya adalah media UNAIR NEWS. Uang dari jerih payah menulis dikatakan Wahyu sedikit membantu kebutuhan hidup semasa ia menjalani perkuliahan.

“Saya bekerja melalui tinta, selain untuk menebar kebaikan. Hal itu bisa saya jadikan kerja sampingan memenuhi kebutuhan hidup,” ujar lelaki 21 tahun itu.

Momentum Hardiknas tahun ini dirasakan Wahyu sebagai momentum untuk menengok perjuangan yang sudah ia lakukan. Ia menuturkan sangat berterimakasih kepada UNAIR karena telah memberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan di salah satu kampus terbaik di Indonesia. Wahyu hanya berpesan supaya sinergitas antar kampus dan mahasiswa dapat terjalin untuk mencapai segala tujuan yang diharapkan. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Khefti Al Mawalia

Sumber: UNAIR News

{:}{:en}

UNAIR NEWS – To understand National Education Day (Hardiknas) on May 2, as an nation, we should review literally the true meaning of education. The meaning of education according to Big Indonesian Language Dictionary (KBBI) is the process of changing attitudes and behavior of a person or group of people in an effort to make people mature through teaching and training efforts, processes, methods, and educational efforts.

Education develops capabilities and forms a dignified character and national civilization in order to educate the life of the nation. Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok is one student who realizes the importance of education. As a student, Moh. Wahyu believes education is the most powerful weapon to develop self-potential.

The undergraduate Physics student at UNAIR‘s Faculty of Science and Technology student is known for his writing outstanding achievements. He has made a number of achievements both at national and international levels.

“Writing for me is a work for immortality,” Moh. Wahyu.

Some of his inspiring achievements included the most inspirational category at national level in 2016 Muslim Student Ecoliteration Spirit Writing Competition, being the finalist of 2017 National Essay Contest, 1st Place at National Workshop Essay Contest in 2018, Finalist of Asean Poetry Writing Contest 2 in 2018, first place of 2018 International Scientific Writing and Symposium Olympad, won the 2018 International Invention and Innovative Competition, and dozens other writing achievements.

Wahyu has also published 7 books and 50 anthology books. His works was in great demand by several publishersIn addition, Wahyu claimed to be active in various faculties, universities, and outside campus organizations. He said he did not want to waste the opportunity to create works. As long as the activity is beneficial, Wahyu does not hesitate to follow it.

With all those achievements Wahyu is actually a 2016 national student bidikmisi student. Wahyu was born to a family with financial limitations. This is an obstacle to Wahyu in fulfilling the necessities of life. The support from bidikmisi which is often not on time requires Wahyu to look for side jobs.

Wahyu did not lose his enthusiasm, he used his writing talent. Wahyu sent various articles in famous media, including UNAIR NEWS. The money from his writing works helped Wahyu a little to continue his studies.

“I work with ink, in addition to spreading goodness. I can make this side job to fulfill my needs, “said the 21-year-old man.

Wahyu believed that this National Education Day’s is the right moment to look at the struggles he had done. He expressed his gratitude to UNAIR for giving an opportunity to get an education at one of the best campuses in Indonesia. Wahyu only advised that there should be synergy between university and students to achieve all expected goals. (*)

Author: Tunjung Senja Widuri

Editor: Khefti Al Mawalia

Source: UNAIR News

{:}

More
articles

id_IDIndonesian